Skill
Buat kumpulan instruksi yang dapat digunakan ulang untuk workflow khusus. Tentukan workflow kustom, tambahkan file pendukung, dan ajarkan Bob tugas-tugas khusus agar hasilnya konsisten.
Skill adalah kumpulan instruksi yang dapat digunakan ulang untuk mengajarkan Bob workflow baru dan tugas-tugas khusus. Anggap saja seperti resep yang diikuti Bob untuk menyelesaikan jenis pekerjaan tertentu secara konsisten dan berulang.
Mengapa menggunakan skill
- Dapat digunakan ulang: Definisikan workflow sekali lalu gunakan di banyak percakapan.
- Konsistensi: Pastikan Bob mengikuti pendekatan yang sama setiap kali untuk tugas tertentu.
- Spesialisasi: Buat keahlian khusus domain untuk code review, testing, dokumentasi, dan banyak lagi.
- Kolaborasi tim: Bagikan workflow standar ke seluruh tim melalui version control.
- Fleksibilitas: Sertakan file pendukung seperti checklist, template, dan materi referensi.
Cara kerja skill
Saat kamu mengaktifkan sebuah skill, Bob menerima instruksi skill tersebut dan mendapatkan akses ke file pendukung apa pun di direktori skill. Bob lalu mengikuti instruksi ini untuk menyelesaikan tugasmu sesuai workflow yang sudah ditentukan.
Skill dimuat satu kali per percakapan agar prompt tidak duplikat. Bob secara otomatis menentukan kapan harus mengaktifkan skill berdasarkan permintaanmu dan deskripsi skill tersebut.
Membuat skill
Setup dasar
Buat folder di dalam .bob/skills/ pada root proyekmu, atau gunakan ~/.bob/skills/ untuk skill global.
Tambahkan file SKILL.md di dalam folder tersebut.
Contoh struktur:
Format SKILL.md
File SKILL.md menggunakan YAML front matter diikuti instruksi skill:
---
name: code-review
description: Review code for bugs, security issues, and best practices
---
When reviewing code, check for:
- Security vulnerabilities
- Performance issues
- Missing error handling at API boundaries
- Unused imports and dead code
Provide a summary with severity levels for each finding.Field wajib:
name: Nama tampilan skill yang digunakan di interface Bobdescription: Ringkasan yang jelas untuk membantu Bob memutuskan kapan skill ini harus diaktifkan—skill tanpa deskripsi akan diabaikan
Bagian instruksi:
Semua yang berada di bawah delimiter --- menjadi instruksi yang diterima Bob saat skill diaktifkan.
Menambahkan file pendukung
Kamu bisa menyertakan file dan subfolder tambahan di samping SKILL.md untuk menyediakan materi referensi, template, checklist, script, atau resource lainnya. Bob bisa membaca file-file ini secara otomatis setelah skill diaktifkan.
Contoh dengan file pendukung:
File dan folder pendukung bisa berisi:
- Checklist dan template
- Dokumentasi referensi
- Contoh konfigurasi
- Script dan utility dalam subfolder
- Style guide
- Resource lain apa pun yang diperlukan oleh skill
Lokasi skill
Skill bisa didefinisikan di dua tingkat:
| Lokasi | Cakupan | Kasus penggunaan |
|---|---|---|
<project>/.bob/skills/ | Khusus proyek | Workflow yang unik untuk proyek ini |
~/.bob/skills/ | Global | Workflow pribadi atau tingkat organisasi |
Prioritas: Jika kedua lokasi berisi skill dengan nama yang sama, skill tingkat proyek akan diprioritaskan.
Menyetujui skill
Secara default, Bob meminta izinmu sebelum mengaktifkan skill. Ini memberimu kontrol atas kapan workflow khusus diterapkan.
Untuk melewati prompt persetujuan, aktifkan auto-approve untuk skill di settings milikmu:
- Via
/settings: Buka settings dengan slash command/settings, lalu aktifkan Auto-approve: Skills. - Via
settings.json: Tambahkan"autoApprove": { "skills": true }ke~/.bob/settings/settings.jsonmilikmu.
Dengan setting ini aktif, Bob otomatis mengaktifkan skill saat sesuai tanpa meminta izin.
Menulis skill yang efektif
Deskripsi yang jelas
Tulis deskripsi yang dengan jelas menunjukkan kapan skill harus digunakan. Bob mengandalkan deskripsi ini untuk menentukan relevansi skill.
Bagus: "Review code for bugs, security issues, and best practices"
Hindari: "Code review skill"
Instruksi yang fokus
Jaga file SKILL.md utama tetap fokus pada workflow inti. Pindahkan materi referensi yang detail, contoh, dan checklist ke file pendukung.
Contoh:
---
name: api-documentation
description: Generate API documentation following OpenAPI standards
---
Generate API documentation that includes:
- Endpoint descriptions
- Request/response schemas
- Authentication requirements
- Example requests and responses
Follow the style guide in `api-style-guide.md` and use the template in `api-template.md`.Langkah yang bisa ditindaklanjuti
Susun instruksi sebagai langkah yang jelas dan bisa ditindaklanjuti agar Bob dapat mengikutinya secara sistematis.
Contoh:
---
name: feature-implementation
description: Implement new features following team standards
---
<Steps>
<Step>
Review the feature requirements.
</Step>
<Step>
Create a plan with file changes needed.
</Step>
<Step>
Implement the feature with tests.
</Step>
<Step>
Update documentation.
</Step>
<Step>
Verify all tests pass.
</Step>
</Steps>
Follow coding standards in `coding-standards.md`.Contoh skill
Skill code review
---
name: security-review
description: Review code for security vulnerabilities and best practices
---
Perform a security-focused code review:
<Steps>
<Step>
Check for common vulnerabilities:
- SQL injection risks
- XSS vulnerabilities
- Authentication/authorization issues
- Sensitive data exposure
</Step>
<Step>
Review security best practices:
- Input validation
- Output encoding
- Secure configuration
- Error handling
</Step>
<Step>
Provide findings with:
- Severity level (Critical, High, Medium, Low)
- Location in code
- Recommended fix
- Reference to security standards
</Step>
</Steps>
Use the severity guide in `severity-levels.md` for classification.Skill dokumentasi
---
name: api-docs
description: Generate comprehensive API documentation
---
Create API documentation that includes:
<Steps>
<Step>
Overview section:
- Purpose and use cases
- Authentication requirements
- Base URL and versioning
</Step>
<Step>
For each endpoint:
- HTTP method and path
- Description and purpose
- Request parameters
- Request body schema
- Response codes and schemas
- Example requests and responses
</Step>
<Step>
Additional sections:
- Error handling
- Rate limiting
- Pagination
</Step>
</Steps>
Follow the template in `api-doc-template.md` and examples in `api-examples.md`.Tips dan best practice
- Mulai dari yang sederhana: Mulai dengan instruksi dasar lalu sempurnakan berdasarkan hasil.
- Gunakan file pendukung: Jaga
SKILL.mdtetap ringkas dengan memindahkan konten detail ke file pendamping. - Uji secara menyeluruh: Pastikan skill berjalan sesuai harapan sebelum dibagikan ke timmu.
- Version control: Sertakan skill proyek di repositorimu agar konsistensi tim terjaga.
- Penamaan yang jelas: Gunakan nama skill yang deskriptif dan menunjukkan tujuannya.
- Tanggung jawab tunggal: Buat skill yang fokus untuk tugas tertentu alih-alih mencoba menangani banyak workflow yang tidak terkait.